Failed to connect to MySQL: Access denied for user 'btklppm1_admin'@'localhost' (using password: YES) BTKLPP Medan

Pemetaan Reseptifitas Malaria di 7 Kabupaten Kawasan Danau Toba tahun 2017

Posted By admin | Tuesday 27th of March 2018 11:25:51 AM | Pengumuman

Survei Pemetaan Reseptifitas Malaria

         Hasil survey pemetaan reseftifitas malaria di 7 Kabupaten Kawasan Danau Toba tahun 2017 dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 43 :  Pemetaan Reseftivitas Malaria di Daerah Eliminasi Malaria di 7

Kabupaten Kawasan  Danau Toba tahun 2017

 

         Wilayah Danau Toba dapat berkembang dengan baik, sejalan dengan berkembangnya kesehatan masyarakat di wilayah kawasan danau toba. Hal tersebut   dapat  dilakukan dengan kerja sama yang baik dengan seluruh kementerian terkait bersama pihak swasta serta masyarakat. Preventif yang dilakukan seperti pencegahan penyakit menular antara lain  malaria sangat penting terutama di daerah yang telah  dinyatakan  eliminasi malaria. 7 kabupaten kawasan Danau Toba merupakan kabupaten eliminasi malaria. Eliminasi malaria adalah upaya untuk menghentikan penularan malaria di suatu wilayah tertentu seperti kabupaten/kota atau provinsi. Tidak ada penularan malaria bukan berarti tidak ada lagi kasus malaria karena kasus impor atau vektor malaria di wilayah tersebut kemungkinan masih ada sehingga kewaspadaan untuk mencegah penularan kembali tetap diperlukan.

Tujuh kabupaten kawasan Danau Toba merupakan kabupaten eliminasi malaria karena

1. Tujuh Kabupaten/Kota Kawasan Danau Toba  tidak terjadi penularan setempat  (Indigenous) minimal 3 tahun berturut turut.

2. Tingkat parasit rate  ≤ 1/1.000 penduduk 

3. Menemukan  positif malaria angkanya tidak  > 1/1.000 penduduk

 Dari tabel 30 di atas terlihat bahwa :

  1. Di Kabupaten Simalungun terdapat larva Anopheles yaitu jenis Vagus dan Flavirostris namun tidak terdapat Anopheles dewasa. Tempat perindukan dari larva tersebut yaitu pada air yang tidak mengalir ( bekas ban mobil, ember, sungai, dan parit sawah ).
  2. Di Kabupaten Tobasa terdapat larva serta anopheles dewasa yaitu jenis Nigerrimus. Tempat perindukan dari larva tersebut yaitu pada air yang tidak mengalir ( bekas ban mobil, ember, sungai, dan sawah ).
  3. Di Kabupaten Dairi tidak terdapat larva Anopheles namun terdapat Anopheles dewasa yaitu jenis Punctulatus dan Vagus. Tempat perindukan dari larva tersebut yaitu pada air yang tidak mengalir ( Sawah dan genangan air pada bebatuan sungai).
  4. Di Kabupaten Samosir terdapat larva serta anopheles dewasa yaitu jenis Muculatus dan Vagus ( larva ) dan jenis Vagus ( dewasa ). Tempat perindukan dari larva tersebut yaitu pada air yang tidak mengalir ( kubangan dan sawah ).
  5. Di Kabupaten Karo terdapat larva serta anopheles dewasa yaitu jenis Kochi dan Vagus ( larva ) dan Vagus ( dewasa ). Tempat perindukan dari larva tersebut yaitu pada air yang tidak mengalir (ember).
  6. Di Kabupaten Taput terdapat larva serta anopheles dewasa yaitu jenis Nigerrimus dan Kochi ( larva) dan jenis Nigerrimus, Kochi, dan Vagus          ( dewasa ). Tempat perindukan dari larva tersebut yaitu pada air yang tidak mengalir (kubangan, dan bekas kubangan )  
  7. Di Kabupaten Humbahas terdapat larva serta anopheles dewasa yaitu jenis Barbirostris, Kochi, dan Vagus ( larva ) dan Barbirostris dan Kochi (dewasa) Tempat perindukan dari larva tersebut yaitu pada kolam ikan yang terbengkalai,  genangan air di pinggir sawah, kandang ternak.

          Pemetaan resiko di daerah eliminasi malaria, penting dilakukan untuk mengidentifikasi daerah-daerah mana  yang rentan terhadap bahaya re-introduksi malaria. Resiko reseptifitas mengacu kepada adanya vektor malaria dan kondisi lingkungan yang mampu mendukung perkembangan parasit malaria. Resiko vulnerabilitas (kerentanan, mudah terserang) mengacu seberapa besar intensitas masuknya infeksi malaria ke dalam suatu daerah, baik masuknya melalui manusia atau nyamuk. Kegiatan pemetaan reseptivitas  dengan melaksanakan  survey perindukan dan penangkapan nyamuk atau larva nyamuk Anopheles, jenis nyamuk, dan tempat perindukan memetakan apakah masih ditemukan perindukan nyamuk anopheles. Pemetaan reseptifitas ini sangat ditentukan oleh keberadaan data entomologis sehingga perlu melakukan survey untuk mengkonformasi status reseptifitas daerah tersebut.             

Pemetaan reseftifitas diharapkan :

  1. Untuk mencegah munculnya kembali kasus dengan penularan setempat atau Orang-orang yang menunjukkan gejala klinis malaria yang baru datang dari daerah endemis, kegiatan ini dilakukan penduduknya  melakukan migrasi ke daerah endemis malaria.
  2. Pengendalian vektor di tempat tempat perindukan yang sesuai lokasi seperti larvasida, penimbunan (menutup lobang yang tidak diperlukan), Penyemprotan rumah atau pembagian kelambu berinsektisida (Bila ditemukan penderita)
  3. Dengan diketahui penentuan lokasi perindukan ( air tidak mengalir berupa ember, ban bekas, kubangan, bekas kubangan, air dari bebatuan dll) maka pengendalian perindukan dapat segera di hilangkan atau mengurangi tempat perindukan, seperti :

a.       Penimbunan tempat-tempat yang dapat menimbulkan genangan air.

b.      Pengeringan berkala dari satu sistem irigasi

c.      Pembersihan tanaman air dan semak belukar.

d.       Pengaturan kadar garam misalnya pada pembuatan tambak ikan atau udang

Komentar (0)

Komentar hanya diizinkan ke pengguna yang memiliki akun aktif pada web ini. Silahkan login atau mendaftar disini untuk meninggalkan komentar.