Failed to connect to MySQL: Access denied for user 'btklppm1_admin'@'localhost' (using password: YES) BTKLPP Medan

Hasil Survey Kecacingan pada Anak Sekolah Dasar di 7 kabupaten Kawasan Danau Toba Tahun 2017

Posted By admin | Thursday 29th of March 2018 11:33:40 AM | Agenda

Tabel Distribusi Jenis Kelamin Dan Umur Responden di 7 Kabupaten Kawasan

Danau Toba   Tahun 2017

Dari tabel di atas terlihat bahwa karakteristik siswa berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh jenis kelamin  perempuan. Umur siswa  yakni di dominasi oleh siswa yang berumur 11-13 tahun.

 

Tabel 45: Distribusi Kebiasaan Mencuci Tangan dan Potong Kuku Anak SD di 7

Kabupaten Kawasan Danau Toba tahun 2017

No

Kabupaten

Variabel

Total

Kebiasaan

mencuci

tangan sebelum

makan

Kebiasan

mencuci tangan

dan pakai

sabun setelah BAB

  Kebiasaan

mencuci

tangan setelah

bermain

Kebiasaan

BAB di

WC bila

di rumah

Kebiasaan BAB

di WC bila

disekolah

Kebiasaan

Potong

Kuku/ minggu

1

Simalungun

158

168

150

138

193

128

192

2

Tobasa

138

158

126

139

178

99

153

3

Dairi

163

123

113

163

153

102

229

4

Samosir

170

160

165

185

191

113

193

5

Karo

107

147

122

101

177

109

179

6

Taput

212

132

191

182

201

131

223

7

Humbahas

198

172

171

185

211

122

212

Jumlah

1146

(86,2%)

1060

(79,8%)

1038

(78,2%)

1093

(82,3%)

1092

 (82,2%)

804

(60,5%)

1381

          Dari tabel  di atas terlihat bahwa berdasarkan prilaku kebiasaan mencuci tangan dan potong kuku mayoritas di atas 86,2%  mencuci tangan sebelum makan  dan terbanyak anak sekolah di kabupaten Tapanuli Utara . Hanya 60,5%potong kuku seminggu sekali  dan terendah anak sekolah dasar di kabupaten Tobasa.

        Faktor hygiene perorangan seperti mencuci tangan sebelum makan, setelah BAB dan setelah bermain di tanah juga mempengaruhi timbulnya infeksi cacingan misalnya melalui tangan yang kotor, kuku jari tangan yang kotor yang kemungkinan terselip telur cacing akan tertelan ketika akan makan, hal ini didukung lagi apabila tidak terbiasa mencuci tangan memakai sabun sebelum makan.

Hasil Pemeriksaan Tinja

         Hasil survey kecacingan pada anak sekolah dasar tentang hasil pemeriksaan tinja di 7 kabupaten Kawasan Danau Toba tahun 2017 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 46 : Hasil Pemeriksaan Tinja Secara Laboratorium di 7 Kabupaten

Kawasan  Danau Toba  Tahun 2017

No

Kabupaten

Jumlah Pot

Telur Cacing

Jenis Telur Cacing

Dibagi

 Berisi

Positif

Negatif

1

Simalungun

300

192

9

183

5 orang Ascaris  lumbricoides

  2 orang Hymenoplepis  nana

2 orang Trichuris trichiura

2

Tobasa

300

178

55

123

55 orang As.Lumbricoides

1 orang T.Trichiura

3

Dairi

300

153

39

114

39 orang As.Lumbricoides

5 orang T.Trichiura

4

Samosir

300

193

40

153

40 orang As.Lumbricoides

5 orang T.Trichiura

5

Karo

300

177

14

163

14 orang As.Lumbricoides

1 orang T.Trichiura

6

Taput

300

223

44

179

42 orang As.Lumbricoides

4 orang T.Trichiura

7

Humbahas

370

212

45

167

45 orang As.Lumbricoides

17 orang T.Trichiura

          Total

2170

1328

246

1082

 

       Pada tabel 46 di atas hasil Survei Kecacingan (2170 siswa)   1328 siswa di 7 Kabupaten Kota Kawasan Danau Toba menyerahkan Pot berisi tinja, setelah diperiksa secara laboratorium di temukan sebanyak 246 siswa tinjanya mengandung telur cacing, dengan demikian siawa tersebut suspek terinfeksi kecacingan dan terbanyak anak sekolah dasar di Kabupaten Tobasa (55 orang anak sekolah dasar)

         Berdasarkan bentuk telur yang terlihat pada mikroskop yakni paling banyak jenis telur Ascaris lumbricoides  dan Trichuris. Namun di kabupaten Simalungun ditemukan jenis telur cacing 2 orang Hymenoplepis  nana . Di Kabupaten Humbahas 17 orang ditemukan dalam tinja  2 jenis telur Ascaris lumbricoides dan Trichuris. Di Kabupaten Samosir dan Dairi masing masing 5 orang ditemukan dalam tinja 2 jenis telur Ascaris lumbricoides dan  Trichuris. Hal ini dapat terjadi, karena kondisi lingkungan sekolah dingin dan lembap sehingga sangat baik untuk perkembangan telur cacing. Telur Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura berkembang sangat baik pada tanah liat, lembap dan hangat. Jenis tanah yang berada di kawasan pinggiran sungai atau danau yang tak lain dekat dengan pemukiman penduduk yakni jenis tanah liat. Sehingga kejadian infeksi cacing Ascaris lumbricoides ditemukan sangat banyak.

         Bila dilihat hasil survey perilaku siswa (Tabel 32), masih ada 21,8 % siswa tidak mencuci tangan setelah bermain dan 39,5% tidak potong kuku seminggu sekali. Kita ketahui anak anak yang berumur 8-13 tahun kebanyakan bermain berhubungan dengan tanah. Cacingan dapat ditularkan melalui tanah. Lingkungan yang bersih seperti membuang sampah pada tempatnya dan membuang air besar pada tempatnya (jamban) tentu dapat mengurangi penyebaran infeksi Soil Transmitted Helminth (STH) yang dalam daur hidupnya memerlukan tanah sebelum menginfeksi manusia.

        Menurut Azwar (1993) pada prakteknya upaya hygiene antara lain mencuci tangan dengan sabun sebelum memegang makanan, setelah bermain dan setelah buang air besar, mengambil makanan dengan memakai alat seperti sendok atau penjepit dan menjaga kebersihan kuku serta memotongnya apabila kuku panjang.

Komentar (0)

Komentar hanya diizinkan ke pengguna yang memiliki akun aktif pada web ini. Silahkan login atau mendaftar disini untuk meninggalkan komentar.